Dan pada akhirnya Tuhan menunjukkan jalan-Nya bagi hemmu. Perlahan-lahan hemmu pun semakin mengenal tentang Yesus dan hidup menjadi lebih semangat dan berarti. Setiap sabtu mengikuti ibadah di ruangan ibadah sekolah membuatku selalu ingin lebih dekat lagi dengan Tuhan. Di rumah pun hemmu sudah tidak pernah sembahyang lagi, soalnya hemmu sudah tau yg hemmu sembah selama ini hanyalah patung buatan tangan manusia sendiri,jadi buat apalagi hemmu menyembah sesuatu yg berwujud tapi hampa. Akhirnya hemmu mencoba untuk mencari satu gereja tetap untuk bisa tetap beribadah, untung ada temen mei-mei hemmu yang ajak mei-mei hemmu ke greja dekat rumahnya,jadi hemmu bisa ikutan ke gerejany buat ibadah. Nama gerejanya itu GMI Gloria pos bintang terang,cabang dari GMI Gloria Medan. Gerejanya kecil dan sederhana, dan jemaatnya juga lumayan sedikit, kira-kira sekitar 30an orang saja kalo paling banyak pun cuman 40an. Jadinya setiap minggu hemmu datang ke gereja GMI Gloria ini buat ibadah karna ingin lebih mengenal lagi pribadi tentang Tuhan Yesus. Dan beberapa minggunya hemmu mengajak temen sekolah hemmu dulu buat ikutan ke ibadah. Setiap mau pergi ibadah kami selalu di jemput dengan bus Gerejanya, temen hemmu yg namanya titin ni selalu hemmu ajak ikut dan dia juga mau ikutan pergi ibadah bareng-bareng, tapi dia juga takut kalo ketahuan sama papanya, AKhirnya dia slalu ikut pergi dengan sembunyi-sembunyi. Akhirnya sudah beberapa bulan rajin ke ibadah ada evanjelis di gereja ini yg tanya ke hemmu “apakah kamu sudah percaya sama Tuhan?? jawab hemmu ” iya,tentu saja saya sudah percaya” dan evanjelisnya menyarankan hemmu untuk di baptis di GMI Gloria pusat. Tetapi karna keluarga hemmu semuanya asal kepercayaan budha,apalagi hemmu tinggal di rumah nenek, mama dari mamaku. Di rumah nenek, hemmu, mama, ce2 , meme2ku, dan titiku tinggal bersama dengan ke4 pamanku dan istrinya serta anak2 mereka, rame banget deh pokoknya rumah nenekku, jadi kalo mau minta ijin semua seisi rumah bakalan tau kalo hemmu mau baptis. Pas mau minta ijin buat baptis itu hari dimana ama hemmu mulai sakit-sakitan, tapi hemmu tetep nekat buat minta ijin ke mama, ama dan yg lainnya. pertama-tama mama, dan bibi suruh hemmu pertimbangkan lagi buat baptis,soalnya kata mereka kalo uda baptis ga boleh balik lagi budha bisa dosa, dan susah cari jodoh nantinya, ini dan itu alasannya buat matahkan kenekatanku, tapi hemmu orangnya keras kepala dan benar-benar modal nekat abis waktu itu. Akhirnya mama bilang ke hemmu ” terserah kamu saja,karna kamu juga sudah dewasa, jadi kamu sudah bisa milih mana yang menurutmu baik dan tidak” hemmupun menjadi semangat karna mama sudah mengijinkan saya di baptis,dan akhirnya bibi dan yg lain juga tidak menentang keputusan hemmu lagi, tinggal ce2 aja yg selalu bilang jangan baptis, tapi karna mama dan yg lain da setuju hemmu beneran nekat dan sudah benar-benar putusin buat baptis. Akhirnya pas tahun 2006 kira-kira bulan agustus hemmu memberi diri di baptis di Gereja GMI Gloria dengan di baptis percik dalam nama Bapa,Putra, dan Roh kudus. Setelah baptis hemmu merasa aneh dengan cara pembaptisannya, karna dengan cara percik air saja di atas kepala. Hemmupun sempat bertanya pada evanjelis grejaku dan dia berkata cara baptis tidaklah penting asal kita di baptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh kudus saja. Masih bingung dengan cara baptisannya karna menurut firman yg saya baca Yesus saja memberi diri dibaptis dengan di selamkan/ di tenggelamkan tapi cara baptis di gereja ini hanya begitu praktis dan cepat dengan di percik air di atas kepala, tapi akhirnya hemmu tidak terlalu memikirkan hal tentang baptisan ini lagi,karna hemmu juga kurang paham sebenarnya mana yg sesungguhanya benar karna pengetahuan hemmu tentang firman dan segala tentang Tuhan masih benar-benar dangkal pada waktu itu. Akhirnya setelah di baptis hemmu merasakan hidup menjadi manusia baru yaitu hidup menjadi anak Tuhan yg benar-benar beda banget dari dulu. Lama kelamaan pun hemmu di panggil buat pelayanan jadi kolektor, penyambut, dan singer. Ada juga guru sekolah minggu yg setiap pulang 1 bus dengan hemmu menawarkan hemmu untuk menjadi guru sekolah minggu di greja ini, tiba-tiba hemmu mempunyai dorongan buat melayani juga sebagai guru sekolah minggu jadi pada akhirnya hemmu menerima tawaran itu. Pada minggu siangnya hemmu mulai ikut belajar mengajar di sekolah minggu, yg anak-anaknya hanya kira-kira 10 sampe 15 orang saja. Tidak terasa juga sudah tamat sekolah, tiba-tiba temenku titin tidak lagi ikut datang ibadah dengan hemmu karna pada saat itu hemmu harus pergi lebih awal, lama kelamaan memeku juga ga pernah datang lagi, memasuki minggu ke4 hemmu belajar jadi guru sekolah minggu hemmu semakin merasa jenuh. Manalagi ibadahnya yg serasa menjenuhkan juga, karna jemaat-jemaatnya semakin berkurang dan saat ibadah memuji dan menyembah Tuhan saja semuanya tidak ada yg antusias dan semangat sama sekali tidak ada. Saat- saat sukar serasa datang menghampiri hemmu saat itu, selain temen-temen greja yg tinggal sedikit jumlahnya juga timbul masalah lain lagi. Apakah lagi masalah itu??? Apakah saat itu hemmu benar-benar bisa bangkit lagi???
^to be continue about H3mmu season 3^